Selasa, 18 Agustus 2009

Tips Atasi Insomnia Kronis

Sulit terlelap di malam hari? Hati-hati terkena insomnia. Jika sudah kronis, insomnia bisa bikin stres, depresi, menyebabkan sakit, cemas dan banyak lagi. Atasi insomnia kronis sejak dini.

1. Coba atur pola tidur Anda sestabil mungkin. Tidur dan bangun di waktu yang sama setiap harinya, walaupun hari libur. Biasakan menepati jadwal itu agar pola tidur Anda normal kembali.

2. Hindari minum kopi ataupun makanan dan minuman berkafein dari sore hingga malam menjelang tidur.

3. Biasakan berolahraga. Namun jangan berolahraga tepat sebelum tidur.

4. Tinggalkan rokok, karena nikotin yang terdapat dalam rokok adalah stimulan.

5. Gunakan ranjang Anda hanya untuk tidur dan seks bagi Anda yang sudah berpasangan. Jangan biasakan diri melakukan kegiatan lain di atas ranjang. Seperti makan atau bekerja. Hal ini berguna untuk membuat Anda terbiasa bahwa ketika di ranjang maka itulah saatnya tidur.

6. Batasi waktu bersantai di ranjang. Jika Anda tidur selama 5 jam namun menghabiskan waktu di ranjang selama 8 jam. Sebaiknya jam bersantai ini dikurangi. Gunakan waktu Anda di ranjang hanya benar-benar untuk tidur.

7. Pastikan Anda bangun di waktu yang sama tiap paginya. Tak peduli bagaimana kualitas tidur Anda, usahakan untuk bangun. Ini akan membantu tubuh Anda terbiasa dengan rutinitas.

8. Belajar tehnik relaksasi tak ada ruginya. Anda bisa mencoba yoga atau meditasi. Ini akan membantu Anda lebih relaks dan tubuh santai.

9. Atur kondisi kamar senyaman mungkin, tenang, sedikit gelap. Jika jam dinding membuat Anda sulit terlelap sebaiknya jangan tidur menghadap jam. (yla/yla) (11 Juni 2007)

Sumber :
Yulia Dian
19 Agustus 2009

Insomnia Kronis, Gangguan Tidur 4 Minggu Lebih

JIKA Anda mengalami gangguan tidur yang mengakibatkan kesulitan memejamkan mata selama lebih dari 4 minggu, hati-hatilah. Bisa jadi insomnia kronis telah menyerang Anda.

Insomnia merupakan persepsi atau keluhan kekurangan tidur disebabkan berbagai faktor, diantaranya kesulitan tidur, terjaga dari tidur terlalu cepat dan tidur yang tidak nyaman.

"Kalau keluhan sulit tidur dialami lebih dari 4 minggu, ada kemungkinan mengalami insomnia kronis. Penyebabnya, karena terjadi perubahan pada struktur kimia otak dan hormon otak, serta terdapat gangguan psikiatrik," jelas DR. Dr. Nurmiati Amir Sp.KJ dari bagian Psikiatri Fakultas Kedokteran UI, di acara peluncuran obat Insomnia Rozerem (Ramelteon), di Jakarta, Sabtu (11/10).

Lebih jauh Nurmiati memaparkan, gangguan psikiatrik yang menjadi penyebab insomnia kronis misalnya kecemasan, depresi dan penggunaan zat-zat tertentu. Selain itu, kondisi medis juga bisa menjadi penyebab insomnia, seperti asma, rematik dan efek samping pengobatan.

Selain insomnia kronis, terdapat dua jenis insomnia lainnya, yaitu insomnia transient dan insomnia jangka pendek. Insomnia transient terjadi jika keluhan sulit tidur berlangsung kurang dari satu minggu. Biasanya disebabkan stres akut atau akibat sistem pekerjaan berdasarkan shift.

Sedangkan insomnia jangka pendek, jika keluhan sulit tidur terjadi dalam 1-4 minggu. Insomnia jenis ini disebabkan stres yang terus menerus atau akibat penyakit akut.

Nurmiati juga menjelaskan, dampak merugikan bagi mereka yang menderita insomnia menurunnya kualitas hidup, gangguan jiwa, stamina fisik menurun dan menurunnya produktivitas.

Perawatan yang bisa dijalani oleh penderita insomnia, antara lain dalam bentuk pengobatan, psikoterapi, memperbaiki kualitas tidur dan menghilangkan penyebab utama kesulitan tidur.

Menurut data www.cureresearch.com, prevalensi insomnia di Indonesia sekitar 10 persen. Artinya, kurang lebih 28 juta dari total 238 juta penduduk Indonesia menderita insomnia. (11 Oktober 2008)


Sumber :
Inggried Dwi Wedhaswary
19 Agustus 2009

Mengapa Penderita Insomnia Lebih Banyak Pada Wanita


Dibandingkan pria, wanita lebih banyak menderita insomnia. Bahkan, menurut penelitian yang dilakukan Dr. Penland dari The US Department of Agriculture, Amerika Serikat, jumlah wanita pengidap insomnia sampai dua kali lipat dari pada jumlah pria.

Secara umum, serangan insomnia baru menjadi keluhan para wanita pada masa menjelang menopause (perimenopause). Namun, ternyata ada pemicu imsonia lain pada wanita: kurangnya zat besi dalam tubuh. Ini terutama karena wanita setiap bulan mengalami menstruasi dan sebagian tidak makan sumber zat besi dalam jumlah yang cukup .

Dijelaskan oleh Dr. Penland, wanita yang konsumsi zat besinya rendah, yakni kurang dari satu miligram per hari, membutuhkan waktu yang lebih lama untuk bisa jatuh tertidur. Kebutuhan manusia akan zat besi kurang lebih dua miligram per hari, sedikit memang, tetapi pengaruhnya cukup besar. Kekurangan zat besi memang tidak sampai mengakibatkan suatu penyakit yang serius, tetapi bisa mengakibatkan tidur kita menjadi terganggu.

Meski tidak digolongkan sebagai penyakit, tetapi sebuah gejala, insomnia merupakan masalah kesehatan yang cukup serius. Bila orang mengalami insomnia kronis dan tidak ditangani dengan tepat, ia bisa mengalami gangguan identitas diri, halusinasi, dan kecemasan yang tidak perlu. Kurang tidur saja memang sudah bisa menimbulkan kelelahan dan menjadikan orang mudah tersinggung.

Masalahnya, banyak orang mencari jalan pintas untuk bisa segera terlepas dari gangguan tidur ini, yakni dengan mengonsumsi obat tidur. Tetapi, dari hasil penelitian terakhir, obat tidur menimbulkan efek samping yang kurang baik. Antara lain, kebingungan dan amnesia (hilangnya ingatan).

Dari hasil penelitian Dr. Charles Morin, psikolog dari Pusat Gangguan Tidur pada Medical College of California, pengukuran di laboratorium tidur menunjukkan: pasien yang diberi obat tidur justru banyak yang mengalami penurunan masa tidur yang lelap. Mereka mungkin bisa tidur lebih lama, namun kualitas tidur mereka amat buruk.

Karena itu, bagi Anda yang sering mengalami insomnia, jangan langsung menengak pil tidur. Cobalah melakukan metode relaksasi. Ini memang terapi jangka panjang, tetapi nyaris tanpa efek samping dan berdampak positif bagi penampilan penderita insomnia dari pagi hingga petang.(vvn). (25 Juni 2009)

Sumber :
19 Agustus 2009

Insomnia

Insomnia adalah gejala kelainan dalam tidur berupa kesulitan berulang untuk tidur atau mempertahankan tidur walaupun ada kesempatan untuk itu. Gejala tersebut biasanya diikuti gangguan fungsional saat bangun.

Insomnia sering disebabkan oleh adanya suatu penyakit atau akibat adanya permasalahan psikologis. Dalam hal ini, bantuan medis atau psikologis akan diperlukan. Salah satu terapi psikologis yang efektif menangani insomnia adalah terapi kognitif. Dalam terapi tersebut, seorang pasien diajari untuk memperbaiki kebiasaan tidur dan menghilangkan asumsi yang kontra-produktif mengenai tidur.

Banyak penderita insomnia tergantung pada obat tidur dan zat penenang lainnya untuk bisa beristirahat. Semua obat sedatif memiliki potensi untuk menyebabkan ketergantungan psikologis berupa anggapan bahwa mereka tidak dapat tidur tanpa obat tersebut.


Sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Insomnia

19 Agustus 2009

Tips Mengatasi Susah Tidur - Insomnia

Insomnia dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang mana seseorang mengalami kesulitan untuk tidur atau tidak dapat tidur dengan nyenyak. Rata rata setiap orang pernah mengalami insomnia sekali dalam hidupnya. Bahkan ada yang lebih ekstrim menyebutkan 30 – 50% populasi mengalami insomnia.

Insomnia dapat menyerang semua golongan usia. Meskipun demikian, angka kejadian insomnia akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Hal ini mungkin disebabkan oleh stress yang sering menghinggapi orang yang berusia lebih tua. Disamping itu, perempuan dikatakan lebih sering menderita insomnia bila dibandingkan laki laki.

Berikut beberapa tips yang bisa anda lakukan untuk mengurangi serangan insomnia.

  1. Berolah raga teratur. Beberapa penelitian menyebutkan berolah raga yang teratur dapat membantu orang yang mengalami masalah dengan tidur. Olah raga sebaiknya dilakukan pada pagi hari dan bukan beberapa menit menjelang tidur. Dengan berolah raga, kesehatan anda menjadi lebih optimal sehingga tubuh dapat melawan stress yang muncul dengan lebih baik.
  2. Hindari makan dan minum terlalu banyak menjelang tidur. Makanan yang terlalu banyak akan menyebabkan perut menjadi tidak nyaman, sementara minum yang terlalu banyak akan menyebabkan anda sering ke belakang untuk buang air kecil. Sudah tentu kedua keadaan ini akan menganggu kenyenyakan tidur anda.
  3. Tidurlah dalam lingkungan yang nyaman. Saat tidur, matikan lampu, matikan hal hal yang menimbulan suara, pastikan anda nyaman dengan suhu ruangan tidur anda. Jauhkan jam meja dari pandangan anda karena benda itu dapat membuat anda cemas karena belum dapat terlelap sementara jarum jam kian larut.
  4. Kurangi mengkonsumsi minuman yang bersifat stimulan atau yang membuat anda terjaga seperti teh, kopi. alkohol dan rokok. Minuman ini akan menyebabkan anda terjaga yang tentu saja tidak anda perlukan bila anda ingin tidur.
  5. Makananlah makanan ringan yang mengandung sedikit karbohidrat menjelang tidur, bila tersedia, tambahkan dengan segelas susu hangat.
  6. Mandilah dengan air hangat 30 menit atau sejam sebelum tidur. Mandi air hangat akan menyebabkan efek sedasi atau merangsang tidur. Selain itu, mandi air hangat juga mengurangi ketengangan tubuh.
  7. Hentikan menonton TV, membaca buku, setidaknya sejam sebelum tidur.
  8. Gunakanlah tempat tidur anda khusus untuk tidur. Hal ini akan membantu tubuh anda menyesuaikan diri dengan lingkungan tempat tidur. Saat anda berbaring di tempat tidur, maka akan timbul rangsangan untuk tidur.
  9. Lakukan aktivitas relaksasi secara rutin. Mendengarkan musik, melatih pernafasan, meditasi dan lain lain akan membantu memperlambat proses yang terjadi dalam tubuh sehingga tubuh anda menjadi lebih santai. Keadaan ini akan mempemudah anda untuk tidur.
  10. Jernihkan pikiran anda. Enyahkan segala kekhawatiran yang menghinggapi pikiran anda. Salah satu cara untuk ini adalah menuliskan semua pikiran anda lewat media blog.
  11. Tidur dan bangunlah dalam periode waktu yang teratur setiap hari. Waktu tidur yang kacau akan mengacaukan waktu tidur anda selanjutnya.

Demikianlah tips mengurangi masalah tidur anda. Selalulah ingat bahwa tidur merupakan kebutuhan pokok tubuh untuk pertumbuhan dan memperbaiki fungsi organ yang terganggu. Insomnia bukan merupakan penyakit bawaan dan dengan demikian tentu akan mudah disembuhkan.

Jika dengan langkah diatas anda masih merasa gagal mengatasi masalah tidur, segeralah berkonsultasi ke dokter untuk mencari jalan keluar. (23 Juli 2008)


Sumber :

http://www.blogdokter.net/2008/07/23/tips-mengatasi-susah-tidur-insomnia/

19 Agustus 2009